Pertamina Berupaya Cegah Penularan Covid-19 di Balikpapan
(Audensi dengan walikota Balikpapan)
BALIKPAPAN, PT Pertamina (Persero)
senantiasa menerapkan protokol
pencegahan Covid-19 secara ketat di semua lini dan kegiatan operasional
perusahaan, tidak terkecuali operasional kilang di Subholding Refining &
Petrochemical.
Melalui Unit Kilang Balikpapan dan PT Kilang
Pertamina Balikpapan (PT KPB) yang mengelola proyek pengembangan (RDMP) Kilang
Balikpapan, Subholding Refining & Petrochemical memperketat pelaksanaan
protokol kesehatan untuk pencegahan penyebaran Covid-19.
Salah satu upaya yang dilakukan adalah dengan
mengikuti edaran yang disampaikan oleh Walikota Balikpapan No. 300/269/Pem
tentang Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Kedua Dalam Rangka
Pencegahan Dan Pengendalian Penyebaran Corona Virus Disease (Covid-19) Di Kota
Balikpapan.
"Sesuai surat Edaran Walikota, PT KPB
telah menerapkan pola kerja WFH sampai dengan 75% untuk pekerja kantor dan
administrasi. Disamping itu juga menetapkan jumlah pekerja seminimal mungkin
untuk mengelola proyek" jelas Agus Suprijanto, SVP Corporate Communication
& Investor Relations Pertamina.
Sejak pandemi Covid menyebar, PT KPB telah
membentuk Satuan Tugas Penanganan Covid-19 yang bertanggung jawab langsung ke
pimpinan tertinggi yaitu Direktur Utama,” lanjut Agus.
Bahkan pada Senin (1/2), Direktur Utama PT
KPB Narendra Widjajanto dan Direktur Pengembangan, Djoko Koen Soewito, juga
melakukan audiensi kepada Walikota Kota Balikpapan, Rizal Effendi, selaku Ketua
Satgas Penanganan Covid-19 Kota Balikpapan, untuk menjelaskan program protokol
kesehatan yang diterapkan untuk meminimalisir penyebaran Covid 19 dilingkungan
PT KPB.
Dalam penjelasannya, Narendra menyampaikan, PT KPB telah melakukan berbagai upaya mitigasi penanganan Covid19 melalui
fungsi Medical dan HSSE (Health Safety Security Environment) baik dari aspek
pencegahan maupun pengelolaannya.
Untuk pencegahan, PT KPB memperketat
implementasi protokol Covid-19, diantaranya dengan disinfeksi rutin seluruh
area kerja, inspeksi rutin ke seluruh area proyek untuk memastikan penerapan 5
M (memakai masker, mencuci tangan, menjaga jarak, menghindari kerumunan, dan
mengurangi aktivitas), menerapkan WFH sampai dengan 75%, penegakan aturan
protokol pekerja baru & riwayat perjalanan, serta penegakan disiplin dan
sanksi bagi pelanggaran protokol.
Sementara untuk pengelolaan paparan, PT KPB
telah melakukan koordinasi Contact Tracing-Reporting dan penanganan kasus
terkonfirmasi positif, percepatan testing covid 19 untuk menyegerakan tindakan,
penambahan fasilitas safehouse untuk karantina dan isolasi mandiri.
"Bahkan kami sedang mengkampanyekan dan menjalankan gerakan donor plasma
konvalesen Pertamina untuk Indonesia”, ujarnya.
Sementara itu Direktur Pengembangan PT KPB
Djoko Koen Soewito menyampaikan bahwa ke depan pihaknya akan mengupayakan alat
pendeteksi dini Covid-19 yang hasilnya
bisa lebih cepat seperti misalnya Gen-nose dari UGM. Kecepatan deteksi
ini sangat dibutuhkan untuk kelancaran pengerjaan proyek RDMP.
Langkah taktis Direksi PT KPB ini merupakan
kontribusi nyata untuk menekan peningkatan penyebaran Covid-19 di Kota
Balikpapan. Sepanjang tahun 2020 Unit Kilang Balikpapan juga terus membagi
energi peduli kepada masyarakat Kota Balikpapan dan Kabupaten Penajam Pasir
Utara agar dapat bangkit dari pandemi. Beragam bantuan telah disalurkan antara
lain berupa sembako, bantuan alat kesehatan, penyemprotan desinfektan dengan
total donasi mencapai lebih dari Rp 1,9 milyar.
"Semua ikhtiar ini dilakukan sebagai
upaya membantu penanganan pandemi serta memastikan kelancaran proyek RDMP Kilang
Balikpapan"pungkas Koen.(mid/poskotakaltimnews.com)